�

Sunday, September 28, 2008

Poco-Poco versus Pato-Pato

Balenggang pata pata
Ngana pe goyang pica pica
Ngana pe bodi poco-poco ......

Kalimat di atas adalah penggalan lirik sebuah lagu fenomenal berjudul Poco-Poco. Lagu ini sangat popular tidak hanya di kalangan masyarakat kawanua (istilah untuk orang-orang yang berasal dari Sulawesi Utara) tapi juga di seantero nusantara bahkan katanya gemanya telah sampai ke manca negara. Lagu ini memiliki rentak ceria dengan irama seperti cha-cha dan selalu diiringi dengan gerakan menyerupai senam seperti line dance yang umum dibawakan oleh para cowboy dan cowgirl dari negeri Paman Sam. Kini gerakan senam yang selalu dibawakan secara berkelompok ini lebih dikenal dengan nama dansa Poco-Poco. Banyak orang bertanya dari mana asal Poco-Poco dan jika mendengar dari lagunya saja, pasti mereka akan berpikir bahwa Poco-Poco berasal dari Manado, Sulawesi Utara.
Kalau dilihat dari bahasa yang dipakai pada lirik lagunya memang menggunakan Bahasa Manado sehingga pasti orang akan berpikir bahwa Poco-Poco asalnya dari sana. Bahkan sebagian orang kawanua pun mengklaim bahwa Poco-Poco memang berasal dari tanah kelahiran mereka. Namun sepertinya tidak banyak yang menyadari bahwa lagu ini bukan diciptakan oleh seorang Manado. Lagu ini diciptakan oleh seorang Ambon bernama Arie Sapulette dan juga dinyanyikan/dipopulerkan oleh penyanyi Ambon bernama Yoppy Latul. Sedangkan dansa Poco-Poco sendiri, gerakan dasarnya diambil dari tarian tradisional Maluku bernama Wayase atau Maku-Maku.

Sebenarnya ada sebuah kesenian tradisional asli bumi Sulawesi Utara, yaitu Pato-Pato. Pato-Pato atau yang juga dikenal dengan istilah Masamper adalah sebuah seni menyanyi dan menari khas masyarakat suku Sanger, Sulawesi Utara. Lagu yang dibawakan tidak hanya melulu bercerita tentang hubungan manusia dengan manusia tapi juga bercerita tentang hubungan manusia dengan Tuhannya bahkan hubungan manusia dengan alam sekitar. Kesenian Pato-Pato umumnya dibawakan dalam acara seperti upacara adat, perayaan hari raya keagamaan, pesta pernikahan, dan hari ulang tahun. Untuk terlibat dalam kesenian ini, kita dituntut untuk bisa bernyanyi dan menari dengan lincah. Seperti halnya Poco-Poco, Pato-Pato juga harus dibawakan secara berkelompok. Namun bedanya dalam setiap kelompok Pato-Pato memiliki seorang pemimpin yang dipanggil ‘Pangantaseng’, ia bertugas memberikan aba-aba kepada anggota-anggota yang lain, gerakan dan lagu apa yang akan dibawakan. Sebagai catatan, peserta kesenian ini diwajibkan menguasai banyak lagu Pato-Pato atau Masamper sekaligus karena kesenian ini dibawakan secara estafet atau nonstop.

Di kota tempat saya berdomisili, kesenian ini masih terpelihara dengan baik. Banyak event lokal yang dimeriahkan dengan atraksi menarik rentak tari dan lagu Pato-Pato, sebut saja ajang pesta rakyat yang rutin dilakukan setiap tahun dalam rangka memperingati haru ulang tahun kota. Selain itu, pada setiap hari Natal atau Tahun Baru ada semacam tradisi yang masih dilakukan sampai sekarang, yaitu berkunjung ke rumah-rumah yang dilakukan oleh kelompok kesenian Masamper. Di setiap rumah yang disinggahi, kelompok tersebut akan membawakan setidaknya lima buah lagu Pato-Pato dengan gerak tari yang juga berbeda-beda yang sering mengundang gelak tawa dari penghuni rumah dan siapa saja yang melihatnya.

Jika melihat kenyataan di atas, apakah kita (warga kawanua) masih patut mengklaim bahwa Poco-Poco berasal dari Manado? Dari pada mengaku-ngaku sesuatu yang masih diragukan asal-usulnya seperti Poco-Poco, mengapa kita (warga kawanua) tidak kembangkan saja Pato-Pato yang merupakan kesenian asli daerah kita sendiri. Ataukah seni budaya Sanger masih ‘dinomor-duakan’ di daerah ini?

Saturday, August 30, 2008

Barack Obama, A Wind Of Change

Siapa yang tak kenal dengan Barack Obama, semua orang pasti mengenalnya terutama mereka yang mengikuti proses Pemilu Amerika 2008. Sejak awal kemunculannya, Obama telah menunjukan keinginannya yang sangat kuat terjun dalam dunia politik. Anak dari Barack Hussein Obama Senior, seorang warga Amerika asal Kenya dan Ann Dunham seorang wanita kulit putih, membuat membuat Obama terbiasa hidup dalam perbedaan warna kulit sejak kecil. Setelah kedua orang tuanya bercerai, ibunya kemudian menikah lagi dengan seorang warga Negara Indonesia Loloh Sutoro dan memaksa Barack Obama menghabiskan beberapa tahun masa kecilnya tinggal dan bersekolah mengecap pendidikan ala Indonesia. Setelah menyelesaikan pedindidkan tingginya di Columbia University, New York City, Barack Obama sempat bekerja di Wall Street. Pada tahun 1988 dia bertemu dengan Michelle yang sekarang menjadi istrinya dan dikaruniai dua orang anak. Setelah lulus pendidikan S-2 di Harvard Law School, Barack mencalonkan diri dan terpilih sebagai senator di negara bagian Illinois. Dari situlah karir politiknya mulai menanjak.

Dicalonkan sebagai kandidat presiden dari partai Demokrat membuat Barack Obama harus bersaing dengan riva-rival calon presiden partai Democrat yang lain seperti Hillary Clinton mantan first lady Amerika. Awalnya banyak pengamat yang menyangsikan kemampuan Obama bersaing dalam pemlihan awal atau yang dikenal dengan istilah Primary. Namun faktanya, dia sudah ditetapkan sebagai calon tunggal dalam konvensi partai Demokrat 27 Agustus 2008 lalu yang dilaksanakan tepat pada momen bersejarah Amerika yaitu hari dimana Marten Luther King memberikan pidatonya yang berjudul “I Have A Dream”. Seluruh delegasi mencalonkan secara aklamasi senator Barack Obama sebagai Calon tunggal presiden, termasuk Hillary pun memberikan dukungan penuh kepadanya. Berkut adalah adalah video pidato Hillary yang ia sampaikan. Seperti tidak mau ketinggalan, rival utama Barack Obama, John McCain, Capres dari partai Republik, sepertinya tidak kehilangan akal untuk mendapatkan kembali perhatian publik. Menarik diketahui apa yang dilakukan McCain, ia membuat iklan TV yang berisi ucapan selamat atas terpilihnya Barack sebagai Capres dari Partainya. Coba anda pikir bagaimana kalau McCain malah menyerang Obama, apa yang mungkin akan terjadi? McCain menyadari perhatian semua “lampu sorot” tertuju pada Obama dan sepertinya malam itu memang malam miliknya. Kalau saja McCain menyerang Obama, mungkin akan membuat pemilih kurang simpati padanya. Berikut cuplikan video iklan John McCain.

Di Indonesia sendiri rupanya terlalu besar harapan yang diletakkan di Pundak Barack Obama. Dengan anggapan pernah tinggal di Indonesia akan membuat banyak perubahan yang menguntungkan bagi Indonesia, setidaknya dapat sedikit menghilangkan citra negatif Amerika di mata sebagian warga Indonesia dan begitu pula sebaliknya.

Bagi penulis, yang membuat saya tertarik mengangkat topik ini adalah tema yang diusung Barack Obama dalam setiap kampanyenya, yaitu “Change we can believe in”. Faktanya, dia adalah seorang Capres kulit hitam Amerika yang pertama yang dinominasikan oleh partai besar. Faktanya, dia masih muda untuk dicalonkan sebagai presiden. Faktanya, dia satu-satunya Capres Amerika yang pernah bersekolah di Indonesia. Faktanya, he truly inspires me.
…… Hi friends, welcome to Ungke’s blog! I am just an ordinary man who is proud of being Ungke and love writing anything that I like, especially related to my lovely hometown, Bitung …… Halo teman, selamat datang di Blog Ungke! Saya orang biasa yang bangga dipanggil Ungke dan senang menulis hal-hal yang menarik perhatian saya terutama yang berkaitan dengan kampung halamanku, Bitung ……