�

Tuesday, October 21, 2008

Cinta Produk Lokal Atasi Dampak Krisis Global

Beberapa waktu lalu, saya menerima sebuah e-mail yang diteruskan oleh seorang teman kepada saya tentang bagaimana cara mencegah dampak krisis global terhadap keadaan perekonomian bangsa Indonesia. Menurut saya e-mail ini patut untuk dibagikan kepada pengunjung Ungke’s Blog dan juga layak disimak dengan seksama. Mudah-mudahan dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selamat Membaca!

Ada langkah lain yang perlu kita lakukan untuk menyelamatkan bangsa kita :

1. Yang mempunyai deposito bertahanlah dengan deposito anda. Jangan ambil uang anda dari bank. Jika anda ikut ikutan mencairkan dana anda maka akan terjadi bank rush, dan krisis keuangan akan semakin parah.

2. Yang memiliki saham dan turunannya, jangan menjual saham dan derivasinya. Jika anda ikut ikutan menjual saham dan turunannya, maka harga saham akan semakin ambruk, dan krisis akan sungguh terjadi semakin parah.

3. Jangan ikut ikutan memborong dolar. Jika anda ikut ikutan memborong dolar, maka harga dolar akan semakin tinggi dan rupiah semakin terpuruk. Harga barang impor akan semakin mahal, dan inflasi dalam negeri akan semakin menggila.

4. Jangan panik. Jika anda tidak panik, maka krisis akan cepat berlalu. Perekonomian akan cepat pulih. Harga saham akan cepat rebound. Dolar akan cepat menyesuaikan diri pada kurs yang rasional.

Cadangan devisa kita cukup kuat. Jika anda panik dan ikut ikutan menarik deposito, menjual saham dan memborong dolar, maka anda ikut memberikan kontribusi pada semakin dalamnya krisis di Indonesia. Tetapi tentu ini merupakan pilihan bebas. Tidak ada yang dapat melarang anda. Hati nurani yang bicara. Pilihan yang sulit bagi yang berduit tetapi silahkan memilih. Krisis keuangan global kian menebar ancaman menjadi krisis ekonomi global yang tidak main-main, bursa saham guncang dan nilai tukar Rupiah semakin melemah, ini semua menjadi indicator bahwa akan ada bencana baru yang siap menerkam. Para kaum Kapitalis yang ingin meraup keuntungan dengan cara cepat dan menjadi SERAKAH akhirnya menjadi sumber dari segala krisis yang kita belum tau kapan akan berakhir.

Pertanyaannya adalah apa yang bisa kita lakukan untuk ikut membantu agar krisis ini tidak menghancurkan sendi-sendi perekonomian Bangsa ini? Tentu kita tidak ingin ini menjadi periode 10 Tahunan (1998-2008), mimpi kelam krisis ekonomi 10 tahun lewat tentu tidak ingin kita munculkan kembali, tapi jika Anda tidak peduli maka bisa saja hal ini akan terjadi!!!!
Dan jika itu terjadi maka Bangsa ini akan semakin terpuruk, akan muncul PHK besar-besaran, sector riil yang tidak bergerak, sistem perbankan yang sudah tidak dipercaya lagi dan akhirnya kita kembali ke NOL lagi. Jika Anda masih mencintai Bangsa ini maka ada banyak hal yang bisa Anda lakukan, paling tidak MULAILAH DARI DIRI ANDA SENDIRI..!! , contoh kecil sbb : Jika Anda seorang awam sebagaimana saya, maka yang bisa kita lakukan adalah :

Gunakanlah PRODUKSI DALAM NEGERI dalam semua aktivitas hidupmu,dengan langkah ini akan menyelamtkan Sektor Riil, usaha-usaha kecil akan berkembang, dan akhirnya kita bisa berdiri tegak dan mengatakan KITA BISA HIDUP DARI NEGERI KITA SENDIRI. Langkah kecil lain jangan sok mengkonsumsi produk makanan luar negeri, jika anda senang makan Durian tidak perlu durian Bangkok Thailand cukup durian lokal toh tidak kalah rasanya, jika senang makan Jagung? Tidak perlulah Jagung Thailand cukup jagung local, tidak perlu makan-makan di outlet2 dengan brand luar negeri, toh ayam kampung kita tidak kalah nikmatnya, hal kecil ini kadang tidak kita sadari tapi ketahuilah EFEK nya sangat luarbiasa, anda bisa bayangkan jika semua anak bangsa ini berfikiran sama, jika anda konversikan dengan modal yang beputar maka Anda akan kaget dan heran akan IMPACT yang sangat luar biasa, yakin dan percayalah dengan cara kecil ini Krisis ini tidak akan terjadi DISINI di BUMI INDONESIA. Gunakan angkutan Massal jika itu anda bisa lakukan, itu akan membantu untuk mengurangi konsumsi energi yang luar biasa yang sebetulnya tidak perlu, disamping mengurangi polusi, jangan lupa disamping krisis keuangan yang berpotensi menjadi krisis Ekonomi kita juga dihadapkan dengan krisis Energy..!! kenyamanan mungkin belum kita pikirkan sekarang, percayalah bahwa aroma sesaknya penumpang di Angkot dan bus-bus itu masih menimbulkan secercah harapan bahwa sektor riil kita masih bergerak. Berbelanjalah di pasar-pasar tradisional, berdayakan warung-warung kaki lima , percaya atau tidak Ekonomi Kerakyatan terbukti mampu menyelamatkan perekonomian kita.

Jika Anda seorang pelaku bisnis maka tolong jangan hanya memikirkan untuk meraup keuntungan pribadi semata-mata hanya dengan memikirkan Import barang-barang murah yang hanya akan menghancurkan produk dalam negeri, jangan lari dari tanggung jawab dengan membawa lari modal ke luar negeri, ingat menjaga, mengusahakan agar Capital Inflow akan lebih bijkasana dan akan sangat membantu Negeri ini, jangan biarkan capital outflow terjadi itu sama dengan menghancurkan perekonomian Rakyat LET' S SAVE OUR NATION, START FROM YOUR SELF!!!!

Lakukan hal sederhana ini maka Anda akan lihat akibat penyelamatan yang luar biasa.

Dengan meneruskan pesan ini ke relasi dan sahabat Anda, berarti Anda sudah ikut mengingatkan Saudara Sebangsa Kita untuk Ikut PEDULI menyelamatkan Bangsa ini.

REPUBLIK INDONESIA UNTUK ANAK INDONESIA

Sunday, September 28, 2008

Poco-Poco versus Pato-Pato

Balenggang pata pata
Ngana pe goyang pica pica
Ngana pe bodi poco-poco ......

Kalimat di atas adalah penggalan lirik sebuah lagu fenomenal berjudul Poco-Poco. Lagu ini sangat popular tidak hanya di kalangan masyarakat kawanua (istilah untuk orang-orang yang berasal dari Sulawesi Utara) tapi juga di seantero nusantara bahkan katanya gemanya telah sampai ke manca negara. Lagu ini memiliki rentak ceria dengan irama seperti cha-cha dan selalu diiringi dengan gerakan menyerupai senam seperti line dance yang umum dibawakan oleh para cowboy dan cowgirl dari negeri Paman Sam. Kini gerakan senam yang selalu dibawakan secara berkelompok ini lebih dikenal dengan nama dansa Poco-Poco. Banyak orang bertanya dari mana asal Poco-Poco dan jika mendengar dari lagunya saja, pasti mereka akan berpikir bahwa Poco-Poco berasal dari Manado, Sulawesi Utara.
Kalau dilihat dari bahasa yang dipakai pada lirik lagunya memang menggunakan Bahasa Manado sehingga pasti orang akan berpikir bahwa Poco-Poco asalnya dari sana. Bahkan sebagian orang kawanua pun mengklaim bahwa Poco-Poco memang berasal dari tanah kelahiran mereka. Namun sepertinya tidak banyak yang menyadari bahwa lagu ini bukan diciptakan oleh seorang Manado. Lagu ini diciptakan oleh seorang Ambon bernama Arie Sapulette dan juga dinyanyikan/dipopulerkan oleh penyanyi Ambon bernama Yoppy Latul. Sedangkan dansa Poco-Poco sendiri, gerakan dasarnya diambil dari tarian tradisional Maluku bernama Wayase atau Maku-Maku.

Sebenarnya ada sebuah kesenian tradisional asli bumi Sulawesi Utara, yaitu Pato-Pato. Pato-Pato atau yang juga dikenal dengan istilah Masamper adalah sebuah seni menyanyi dan menari khas masyarakat suku Sanger, Sulawesi Utara. Lagu yang dibawakan tidak hanya melulu bercerita tentang hubungan manusia dengan manusia tapi juga bercerita tentang hubungan manusia dengan Tuhannya bahkan hubungan manusia dengan alam sekitar. Kesenian Pato-Pato umumnya dibawakan dalam acara seperti upacara adat, perayaan hari raya keagamaan, pesta pernikahan, dan hari ulang tahun. Untuk terlibat dalam kesenian ini, kita dituntut untuk bisa bernyanyi dan menari dengan lincah. Seperti halnya Poco-Poco, Pato-Pato juga harus dibawakan secara berkelompok. Namun bedanya dalam setiap kelompok Pato-Pato memiliki seorang pemimpin yang dipanggil ‘Pangantaseng’, ia bertugas memberikan aba-aba kepada anggota-anggota yang lain, gerakan dan lagu apa yang akan dibawakan. Sebagai catatan, peserta kesenian ini diwajibkan menguasai banyak lagu Pato-Pato atau Masamper sekaligus karena kesenian ini dibawakan secara estafet atau nonstop.

Di kota tempat saya berdomisili, kesenian ini masih terpelihara dengan baik. Banyak event lokal yang dimeriahkan dengan atraksi menarik rentak tari dan lagu Pato-Pato, sebut saja ajang pesta rakyat yang rutin dilakukan setiap tahun dalam rangka memperingati haru ulang tahun kota. Selain itu, pada setiap hari Natal atau Tahun Baru ada semacam tradisi yang masih dilakukan sampai sekarang, yaitu berkunjung ke rumah-rumah yang dilakukan oleh kelompok kesenian Masamper. Di setiap rumah yang disinggahi, kelompok tersebut akan membawakan setidaknya lima buah lagu Pato-Pato dengan gerak tari yang juga berbeda-beda yang sering mengundang gelak tawa dari penghuni rumah dan siapa saja yang melihatnya.

Jika melihat kenyataan di atas, apakah kita (warga kawanua) masih patut mengklaim bahwa Poco-Poco berasal dari Manado? Dari pada mengaku-ngaku sesuatu yang masih diragukan asal-usulnya seperti Poco-Poco, mengapa kita (warga kawanua) tidak kembangkan saja Pato-Pato yang merupakan kesenian asli daerah kita sendiri. Ataukah seni budaya Sanger masih ‘dinomor-duakan’ di daerah ini?
…… Hi friends, welcome to Ungke’s blog! I am just an ordinary man who is proud of being Ungke and love writing anything that I like, especially related to my lovely hometown, Bitung …… Halo teman, selamat datang di Blog Ungke! Saya orang biasa yang bangga dipanggil Ungke dan senang menulis hal-hal yang menarik perhatian saya terutama yang berkaitan dengan kampung halamanku, Bitung ……